Perancangan dalam sebuah Ketetapan-Nya...

Aku terkedu bila mailbox ku diziarahi sesuatu beberapa hari yang lalu. Tak tahu apa yang harus ku katakan... tak dapat nak ku gambarkan sebuah perasaan. Terasa sayu di penjuru hati... terasa resah sebidang perasaan, namun aku tak mungkin mampu menajak sebuah reality yang kini bagai dinding buat diri ku. Sebuah ketentuan yang jauh dari perancanganku sebagai insan maha kerdil yang hanya menumpang di fana sementara ini. Apa pun aku cukup sedar, sesungguhnya tidak perancangan yang lebih sempurna melainkan dengan izin dan kehendak dari-Nya jua.

Aku sekadar memohon sebuah pengertian dari sekeping hati. Berharap agar sebuah persahabatan tidak akan berakhir hanya kerana sebuah ketentuan yang harus waimah wajib ku terima. Aku masih perlukan Sahabat dan teman yang sejati dalam sebuah kehidupan. Sahabat dan teman yang tak mungkin akan berpaling walau apa pun jua situasi yang aku hadapi. Sahabat dan teman yang benar-benar mengerti mengapa dirinya begitu bermakna buatku.

Acapkali ku dengar dan amati apa yang dialunkan... Bukan aku tidak memahami, tapi kita perlu sedar perancangan insani seperti kita adakalanya tersasar. Dalam sebuah perancangan yang kita lakukan, terkadang kita lupa bahawa DIA jua merancang dan sudah pastinya sebaik-baik perancangan itu adalah datang dari ketetapan dalam ketentuan-Nya.

Hadirnya tanpa kusedari
Menggamit kasih cinta bersemi
Hadir cinta insan padaku ini
Anugerah kurniaan Ilahi

Lembut tutur bicaranya
Menarik hatiku untuk mendekatinya
Kesopanannya memikat di hati
Mendamaikan jiwaku yang resah ini

Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu

Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku

Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu